Perbedaan Aktivitas Antioksidan Kecambah Beras Coklat (Oryza Sativa L.) Berdasarkan Lama Proses Elisitasi dan Waktu Perkecambahan

Jaya Mahar Maligan, Monica Lestary, Yudi Arimba Wani

Abstract


Abstrak

Antioksidan adalah zat yang dapat menangkal radikal bebas. Salah satu cara meningkatkan aktivitas antioksidan adalah dengan elisitasi dan perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan kecambah beras coklat berdasarkan lama elisitasi dan perkecambahan. Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu lama elisitasi dan lama perkecambahan, terdiri dari enam kelompok perlakuan yaitu 12 jam elisitasi 24 jam perkecambahan, 18 jam elisitasi 24 jam perkecambahan, 24 jam elisitasi 24 jam perkecambahan, 12 jam elisitasi 36 jam perkecambahan, 18 jam elisitasi 36 jam perkecambahan, dan 24 jam elisitasi 36 jam perkecambahan yang diulang sebanyak tiga kali. Sampel yang digunakan adalah beras coklat varietas mentik. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-pycryl-hydracil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aktivitas antioksidan kecambah beras coklat berdasarkan lama elisitasi dan perkecambahan pada semua perlakuan dengan nilai p=0,029 (Anova,p<0,05). Perbedaan signifikan pada perlakuan 18 jam elisitasi 24 jam perkecambahan, 24 jam elisitasi 24 jam perkecambahan dengan perlakuan terbaik 24 jam elisitasi 24 jam perkecambahan sebesar 15,91%. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan aktivitas antioksidan kecambah beras coklat berdasarkan lama elisitasi dan perkecambahan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada masyarakat untuk mengonsumsi kecambah beras coklat sebagai bahan pangan mengandung antioksidan.

Kata Kunci: Aktivitas Antioksidan, Kecambah Beras Coklat, Elisitasi, Kitosan, Perkecambahan



Abstract

Antioxidants are substances that can counteract free radicals. One way to improve antioxidant activity is by elicitation and germination. This study aims to determine the antioxidant activity of brown rice sprouts based on the length of elicitation and germination. This study used an experimental study with a randomized block design (RAK) composed by two factors, i.e., elicitation length and germination length, and divided into of six treatments, i.e., 12 hours of elicitation 24 hours of germination, 18 hours of elicitation 24 hours of germination, 24 hours of elicitation 24 hours of germination, 12 hours of elicitation 36 hours of germination, 18 hours of elicitation 36 hours of germination, and 24 hours of elicitation 36 hours of germination, and were repeated three times. The samples used were Mentik variety of brown rice. DPPH (1,1-Diphenyl-pycryl-hydracil) method was used to test the antioxidant activity. The results show that there are differences in antioxidant activity of germinated brown rice based on the length of elicitation and germination in all treatments with p=0.029 (ANOVA, p<0.05). The significant differences on 18 hours of elicitation 24 hours of germination and 24 hours elicitation 24 hours of germination treatments with the best treatment of 24 hours of elicitation 24 hours of germination is as much as 15.91%. It is concluded that there are differences in the antioxidant activity of germinated brown rice based on the length of elicitation and germination. Based on the research results, it is suggested that public should consume germinated brown rice as food as it contains antioxidants

Keywords: Antioxidant activity, Brown rice sprout, Elicitation, Chitosan, Germination


Refbacks

  • There are currently no refbacks.